SEKILAS INFO
: - Minggu, 12-07-2020
  • 2 bulan yang lalu / Ingin Brosur PPDB SMK Cengkareng 2 ? Klik Menu Download
  • 2 bulan yang lalu / Kelulusan Siswa-Siswi SMK Cengkareng 2 pada tanggal 02 Mei 2020
Dilema Pembelajaran Jarak Jauh

Virus corona pertama kali dideteksi di China pada akhir 2019, virus penyebab corona adalah virus disease atau Covid-19 ini, telah menyebar hingga ke seluruh penjuru dunia, dan menjadi pandemi global. Hingga sampai saat ini, dunia masih dalam keadaan krisis. Wabah virus corona atau Covid-19 telah membuat kita sadar betapa pentingnya kualitas kesehatan. Pola hidup sehat adalah prioritas utama demi mengurangi potensi terserang berbagai penyakit. Walau dikaji dari sudut pandang manapun, ternyata tubuh sangat berpengaruh terhadap segala sektor kehidupan.

Virus corona juga disebut severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang system pernafasan. Virus corona menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernafasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian.

Virus ini dapat menyerang siapa saja baik lansia, bayi, ibu hamil, ibu menyusui, bahkan orang dewasa sekalipun. Maka dari itu untuk memutuskan mata rantai penularan covid-19 beberapa negara mulai memberlakukan sistem lockdown diantaranya yaitu Itali, China, Malaysia, dan Spanyol. Sedangkan di Indonesia untuk menekan penyebaran virus ini maka diberlakukanlah PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dibeberapa wilayah di Indonesia.

Dengan menerapkan pola hidup sehat  dan mengatasi wabah yang sedang terjadi. Pemerintah mengeluarkan kebijakan Social distancing. Berapa banyak orang yang sadar bahwa kebijakan itu merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas kesehatan.  Namun, kebijakan tersebut tidak berjalan dengan baik. Karena kurangnya kesadaran dari individu tersendiri. Sehingga prevalensi covid-19 di Indonesia kian meningkat setiap harinya.

Dalam berbagai kesempatan, Pemerintah berulang kali mengampanyekan social distancing serta mengimbau masyarakat agar beraktivitas, belajar dan bekerja dari rumah. Namun memang diakui banyak hal mengenai kedisiplinan warga yang perlu ditingkatkan. Sebenarnya stategi pemerintah adalah menjaga yang sehat agar tidak tertular dari yang terinfeksi corona. Karena itulah penularannya harus diputus. Karena penyakit ini pasti menular dari orang yang sudah positif. Namun kesadaran diri untuk stay at home tampak belum efektif. Bukan hanya orang tua, namun anak – anak juga  dibiarkan berkeliaran di luar rumah. Jika sudah tertular, barulah mengeritik minimnya APD dan fasilitas pelindung diri lainnya.

Padahal Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention) telah menjelaskan bahwa setiap individu harus menjaga kebersihan diri dengan rajin mencuci tangan memakai sabun dan di air mengalir, menghindari kontak langsung dengan mereka yang sakit dan mengalami gejala infeksi virus corona, hindari kontak dengan hewan yang sakit serta pastikan menjaga asupan makanan dengan gizi dan nutrisi cukup untuk mempertahankan kekebalan tubuh. Semua itu adalah cara menghindari resiko tertular covid-19.

Saran lainnya juga datang dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, bahwa konsumsi produk hewani mentah atau kurang matang dapat memicu risiko tinggi infeksi dari berbagai organisme yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Oleh karena itu, hendaknya setiap masyarakat mau mematuhi setiap peraturan daerah yang telah di tetapkan. Agar indonesia segera kembali ke keadaan normal, tanpa adanya virus covid-19 yang meresahkan warga selama ini.

Dalam hal ini masyarakat dituntut untuk mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi yang serba digital, khususnya di bidang pendidikan. Kehadiran teknologi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang merupakan kunci untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan akan membawa Indonesia menjadi bangsa yang unggul. Coronavirus masih terus menghantui warga dunia. Sejumlah startup teknologi pun bergerak cepat memanfaatkan teknologi terkini untuk mencegah meluasnya infeksi virus ini.

Namun, dunia saat ini tengah dilanda pandemi  yang disebabkan coronavirus. Situasi pandemi ini seketika mengubah kehidupan masyarakat dunia dan menjadi ancaman bagi sektor kesehatan, sektor perekonomian, sektor pendidikan dan sektor lainnya.

Salah satu sektor yang terdampak pandemi Covid-19 adalah sektor pendidikan yang melibatkan begitu banyak aktivitas fisik bersifat rutin, seperti pertemuan tatap muka di kelas, proses pembimbingan akademik, pertemuan formal dan informal dalam forum seminar dan lain sebagainya. Namun, berbagai aktivitas rutin ini terhambat karena untuk meminimalisasi penyebaran Covid-19, pemerintah telah menerapkan kebijakan physical distancing atau PSBB di beberapa wilayah setempat.

Sejak diberlakukannya physical distancing memberi dampak bagi pendidikan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mendukung kebijakan pemerintah daerah untuk meliburkan sekolah dan kampus karena penyebaran virus corona yang semakin mengkhawatirkan. Dampak penyebaran Covid-19 akan berbeda dari satu wilayah dengan wilayah lainnya.

Melihat fenomena tersebut, maka bagi penerapan metode online learning (e-learning) menjadi suatu pilihan terbaik bagi dunia pendidikan. Berbagai institusi pendidikan saat ini mulai memanfaatkan teknologi dan menerapkan sistem pembelajaran online untuk menunjang aktivitas pembelajaran.

Penyajian sistem pembelajaran online (e-learning) berbasis web ini lebih interaktif dan bersifat borderless, inilah yang memungkinkan aktivitas pembelajaran dan perkuliahan bisa dilakukan secara efektif dan efisien.

Namun, permasalahan sosial yang diakibatkan covid-19 dirasakan oleh masyarakat terutama para siswa dan mahasiswa terkait belajar dirumah, para siswa mengeluh akan belajar dirumah dipenuhi dengan tugas rumah yang diberi oleh masing-masing guru terlalu banyak, sedangkan mahasiswa mengeluhkan bahwa pertemuan daring banyak terkendala oleh jaringan Web, teknologi yang kurang memadai, hingga sinyal. Selain itu kurang efektifnya belajar dirumah karena mereka belajar otodidak(sendiri), banyak orang tua yang tidak bisa mengajari materi yang ada dibuku, hanya bisa membimbing anaknya saja.

Tujuan belajar dirumah tidak berjalan dengan baik, maka timbulah berbagai masalah, seperti banyak para siswa yang menyalahgunakan belajar dirumah untuk bermain game online di warnet, berbelanja, dan bermaen ketempat-tempat keramaian, yang berdampak pada munculnya masalah sosial baru akibat dari penyalahgunaan belajar dirumah untuk melakukan hal-hal yang tidak taat akan sosial distancing.

Dampak virus corona berdampak pada ketertundaan semua agenda kegiatan yang ada, baik di sekolah maupun di perguruan tinggi seperti tugas mahasiswa dalam pengabdian masyarakat dan kuliah kerja nyata tidak dapat dilakukan karena guna meminimalisir pertemuan dalam jarak yang dekat serta mengikuti himbauan pemerintah untuk menghindari kerumunan/membuat kerumunan, maka segala agenda kegiatan yang sudah direncanakan harus ditunda dalam beberapa waktu yang tidak dapat ditentukan. Penundaan/Pembatalan agenda kegiatan sangat baik dilakukan dalam situasi dan kondisi saat ini yang sangat menghawatirkan. Kita sebagai warga yang baik harus patuh dalam aturan yang dibuat oleh pemerintah dalam upaya pencegahan penularan virus corona.

Penularan coronavirus dari manusia ke manusia diperkirakan terjadi melalui kontak langsung dalam jarak dekat via tetesan kecil atau percikan (droplet) dari saluran pernfasan yang dihasilkan penderita saat bersin dan batuk.

Coronavirus diyakini menyebabkan 15-30% dari semua pilek pada orang dewasa dan anak-anak. Coronavirus menyebabkan pilek dengan gejala utama seperti demam dan sakit tenggorokan akibat pembengkakan adenoid, terutama pada musim dingin dan awal musim semi. Coronavirus dapat menyebabkan pneumonia, baik pneumonia virus langsung atau pneumonia bacterial sekunder, dan dapat menyebabkan bronchitis, baik bronchitis virus langsung atau bronchitis bacterial sekunder.

Diagnose virus corona dapat ditentukan dengan beberapa pemeriksaan yaitu rapid test, swab test atau test PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk mendeteksi virus corona dalam darah, CT scan atau rontgen dada untuk mendeteksi infiltrat atau cairan diparu-paru.

Pengobatan virus corona belum dapat diobati, tetapi ada beberapa langkah yang dapat dilakukan dokter untuk meredakan gejalanya dan mencegah penyebarab virus, yaitu merujuk penderita covid-19 yang berat untuk menjalani perawatan dan karantina dirumah sakit rujukan, memberi obat pereda demam dan nyeri yang aman dan sesuai kondisi penderita, menganjurkan penderita covid-19 untuk isolasi mandiri dan istirahat yang cukup dan menganjurkan penderita covid-19 untuk banyak minum air putih untuk menjaga kadar cairan.

Kita harus melakukan pencegahan terhadap virus ini untuk memutuskan rantai penularan, ada beberapa hal yang harus dilakukan yaitu:

  1. Terapkan physical distancing, yaitu menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain, dan hindari keluar rumah kecuali ada keperluan mendesak.
  2. Gunakan masker saat beraktivitas ditempat umum atau keramaian, termasuk saat pergi berbelanja bahan pangan
  3. Rutin mencuci tangan pakai sabun seperti anjuran WHO
  4. Jangan mengusap mata, hidung, dan mulut sebelum mencuci tangan
  5. Beristirahat saat sakit dan tidak memaksakan diri keluar rumah
  6. WHO juga menyarankan berdiam diri dirumah
  7. Tingkatkan daya tahan tubuh
  8. Hindari kontak dengan penderita covid-19
  9. Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk dan bersin, atau gunakan lengan atas atau siku untuk menutupi saat batuk dan bersin
  10. Jaga kebersihan benda yang sering disentuh.

TINGGALKAN KOMENTAR

Video Terbaru

PPDB TA. 2020/2021